Rinduku kepadamu adalah rindu malam gelap kepada kerlip bintang,

Menemani di kala sepi

Menerangi di kegelapan.


Rinduku kepadamu adalah rindu tanah kering kepada dinginnya hujan,

Wangi tanah basah menjadi aroma terindah 

Membawaku jauh,

ke masa-masa saat wajahmu begitu dekat


Rinduku kepadamu adalah rindu laut kepada pantai

Mencium wangi tubuhmu menenangkanku

Sebab kutau, 

kau kan selalu ada untukku


Rinduku kepadamu adalah rindu pagi kepada mentari

Memelukmu duhai permata hati

Laksana meninggalkan jejak hangat di ruang hati


Rinduku kepadamu adalah rindu pagi kepada embun,

Tak pernah berubah

Akan selalu merindukanmu, 

Selamanya mencintaimu...


__________________________________


Buat anakku... 😍


Cirebon, 15/8/2020





Para guru yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia itu menggelar aksi demonstrasi di seberang Istana sejak Selasa 30/10, CNNIndonesia (31/10). Tidak hanya itu, mereka pun menginap di tempat itu dengan kondisi yang serba seadanya. Mereka meminta agar Presiden Jokowi segera mengambil keputusan mengangkat semua honorer K2 tanpa tes dan tanpa batasan usia.
Persoalan guru honorer seolah tidak pernah selesai. Banyak kalangan menyayangkan sikap penguasa yang seolah hanya memberi janji di awal kampanye. Janji bahwa kualitas pendidikan secepat mungkin ditingkatkan melalui kurikulum dan kompetensi guru. Disertai dengan peningkatan kompetensi guru yang merata, tak hanya untuk guru PNS tapi juga honorer.
Akan tetapi ketika berkuasa, lupa untuk memperhatikan nasib guru honorer. Padahal sudah bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya setiap kali Hari Guru, mereka turun ke jalan demi memperjuangkan nasib. Ironisnya, penguasa seolah menutup mata terhadap para guru honorer tersebut yang mendapatkan gaji sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000 per bulan. Bahkan lebih besar upah buruh, dibanding guru honorer.
Pada 2018, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, pemerintah akan merekrut sebanyak 112.000 guru pegawai negeri sipil. Para guru honorer bisa mengikuti tes, namun usia maksimal 35 tahun. Kebijakan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap nasib guru honorer yang sudah lama mengabdi. Sementara itu Presiden Joko Widodo enggan berkomentar soal aksi unjuk rasa para guru honorer di depan Istana, ketika ditemui wartawan dalam Sains Expo di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Kompas.com (1/11).
Bukan hanya enggan berkomentar, bahkan presiden tidak menemui para demonstran. Bahkan perwakilan dari pemerintah, hanya menampung aspirasi, tak mampu memberi solusi. Padahal pemerintah diharapkan berpihak pada nasib guru honorer. Sebab para guru menjadi bagian penting dalam usaha mencerdaskan anak bangsa.
Sungguh mengherankan betapa guru honorer begitu sulit mengikuti CPNS. Sementara dari sisi loyalitas dengan penghasilan minim, para honorer mampu mengabdi hingga belasan tahun. Bahkan ada yang lebih dari 15 tahun. Tapi pembatasan usia, menjegal mereka untuk mendapatkan status yang lebih baik.
Karena terbukti hanya sebagian kecil saja yang mampu ikut seleksi CPNS. Kesejahteraan dalam arti luas bukan hanya persoalan gaji semata, melainkan lebih dari itu, juga menyangkut apresiasi kepangkatan, pengembangan kapasitas (capacity building), perlindungan hukum, dan lain sebagainya. Namun demikian, di tengah nasib guru yang belum baik ini, seorang guru haruslah terus memperbaiki kualitas dan potensi diri.
Meningkatkan profesionalisme, kemampuan akademis, kreatifitas, dan keuletan haruslah menjadi tekad utama sebagai pendidik generasi bangsa. Guru harus senantiasa mengembangkan keahlian, pengetahuan dan keyakinan untuk mengeksplorasi metode-metode baru baik kompetensi pedagogig, sosial, kepribadian, dan profesional dalam rangka mencapai prestasi terbaik.
Guru Di Dalam Islam
Imam Ad Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari Al Wadliyah bin Atha yang menyatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar= 4,25 gram emas). Berarti sekitar 43 juta rupiah dengan kurs sekarang (1 gram= 679 ribu rupiah). Sebagai perbandingan, saat ini gaji guru di negeri kita berada pada kisaran 2 juta, guru honorer 300 rb. Maka gaji guru sekarang hanya 1/21 dari gaji guru pada masa Khalifah Umar.
Pada masa Rasulullah, sebagai kepala negara, beliau membebankan biaya pendidikan ke baitul maal. Rasulullah juga pernah menetapkan kebijakan terhadap tawanan perang Badar. Apabila seorang tawanan telah mengajar 10 orang penduduk Madinah membaca dan menulis, akan dibebaskan sebagai tawanan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah perkara yang penting.
Inilah negeri yang diatur dengan sistem Islam. Bukan hanya rakyat yang sejahtera. Tapi guru juga sejahtera. Dan ini berpengaruh untuk menghasilkan generasi emas bagi sebuah negara maju yang menguasai dunia. Sebab pendidikan dipandang sebagai sebuah investasi. Mencetak pemimpin peradaban mulia, demi kebangkitan umat.Tidak ada celah bagi umat untuk menjadi bodoh. Khalifah mensejahterakan guru demi ketinggian berpikir umat.
Belajar menjadi murah pada masa Khilafah. Akses mendapatkan ilmu dipermudah. Negara mempromosikan ilmu, sehingga umat senang menuntut ilmu. Orang kaya berlomba mewakafkan fasilitas belajar. Orang miskin pun tidak terhalang untuk belajar. Pendidikan mendapat perhatian besar. Di Spanyol, sekolah-sekolah sama sekali gratis. Bahkan untuk orang Badui yang sering berpindah tempat tinggal, dikirim guru kepada mereka. Yang siap mengikuti kemana mereka pergi.
Bahkan ketika Eropa abad 9 hingga 12 Masehi, tingkat buta hurufnya mencapai 95%. Di negara Khilafah jutaan anak di desa dan kota mengeja huruf dan menghafal Alquran. Anak-anak semua kelas sosial mengunjungi pendidikan dasar dengan biaya yang terjangkau. Mereka duduk di hamparan karpet. Bagai bunga-bunga yang bermekaran di musim semi. Tidak ada satu negara pun yang mampu menandingi kemuliaan Khilafah dalam menjaga pemikiran umat.
Bandingkan dengan kondisi negeri kita saat ini. Bukan hanya asas pendidikan yang keliru, karena tidak diarahkan pada qiyadah fikriyah Islam. Tapi juga kondisi guru yang memprihatinkan. Inilah yang membuat visi mencetak generasi peradaban seperti usaha yang sia-sia. Sebab pada akhirnya kehancuran peradaban manusia tinggal menunggu waktu saja. Oleh sebab itu kembali pada kejayaan Islam dengan mengembannya sebagai suatu sistem kehidupan, tidak bisa ditunda lagi.
Wallahu ‘alam biash showwab.
Sumber referensi: TSQ Stories oleh Dr. -Ing. Fahmi Amhar
http://mediasiar.com/suara-guru/

#miladke7revowriter
#revowriter
#menulisuntukperadabanmulia
#akudanrevowriter







"Hai Lulu, mengapa wajahmu muram? Bukankah langit cerah pagi ini?" Tanya Lili seraya berlari-lari menghampiri dengan kaki kecilnya.

"Ah, kamu di sini juga Lala. Baru saja aku akan mengajak kalian ke bukit. Matahari bersinar hangat. Kita ajak peri Minah juga ya," seru Lili di antara nafasnya yang terengah-engah.

Dua peri kecil, Lala dan Lulu tampak tidak bergairah. Lala bertopang dagu. Lulu mencoret-coret tanah dengan sebatang kayu kecil.

"Apa yang terjadi? Apakah peri Minah tidak ada? Tapi aku dengar goresan penanya dari dalam," kata Lili menoleh ke arah rumah peri Minah. Dengan langkah bergegas, ia menuju pintu.




"Peri minah...," Lili berbisik perlahan di pintu rumah peri Minah.
"Peri Minah, keluarlah. Bunga-bunga kuning bermekaran di atas bukit. Aku ingin mengajakmu. Bukankah kita ingin ke sana saat bunga-bunga itu mekar? Engkau sudah berjanji akan bacakan cerita," kata Lili dengan menempelkan mulutnya di pintu.


Tiga peri kecil ini sering pergi ke bukit bersama peri Minah. Mereka bermain bersama, menikmati angin sepoi-sepoi, sambil berlari-larian, bernyanyi, dan tidur di rumput hijau mendengar peri Minah bercerita. Setiap kali libur sekolah tiba, mereka menjemput peri Minah dan mengajaknya ke sana.


"Peri Minah, apakah aku boleh masuk?" Lili membuka pintu, tak terdengar suara Lala dan Lulu yang mencegahnya secara bersamaan, "Jangan Lili!"

Tiba-tiba, brugghhh!! Buku-buku jatuh menimpa Lili. Ternyata rumah peri Minah penuh buku. Pintu rumahnya tertutup karena buku-buku yang ditulisnya memenuhi ruangan.




"Maafkan aku, Lili. Aku harus menulis. Malam ini akan turun hujan. Sudah lama sekali tak ada hujan. Anak-anak manusia ingin membaca. Itu sebabnya aku harus menyelesaikan tulisanku," peri Minah berkata dengan lembut sambil mengusap bagian tubuh Lili yang tertimpa buku-buku.


"Kalian pergilah ke bukit. Sudikah kiranya kalian petikkan beberapa tangkai bunga kuning untuk menghiasi mejaku? Selesai menulis, aku akan ceritakan sebuah kisah bagus buat kalian."


"Janji ya," kata Lala.

"Kalau begitu, kami pergi lebih dulu ke sana. Kau akan segera menyusul?" Tanya Lulu.

"Iya, segera setelah tulisanku selesai aku akan menyusul kalian," kata peri Minah memeluk ketiganya.

Lala, Lili dan Lulu mengangguk lalu mereka berlari dengan berceloteh riang gembira ke arah bukit. Peri Minah tersenyum melepas kepergian mereka. Bukit memang terlihat indah dari tempatnya berdiri. Dari jauh tampak bunga-bunga kuning bagai hamparan menyelimutinya.




****************




"Tampaknya malam ini akan hujan, bunda," kata seorang gadis kecil di bumi dengan mata setengah terpejam.
Terdengar suara petir diseling kilat sambar menyambar. Cahayanya menembus tirai.

"Iya, sepertinya begitu," bunda menjawab.

"Bunda, bangunkan aku pagi-pagi sekali ya. Besok akan ada banyak buku dari Negeri Peri. Aku rindu ingin membaca. Teman-temanku pun sama. Telah lama sekali mereka tidak membaca buku. Malam ini aku ingin bermimpi tidur bersama buku-buku," gadis kecil itupun terpejam.
Terdengar nafasnya yang halus mulai teratur, di balik selimut.

"Tidurlah, besok akan bunda bangunkan pagi-pagi sekali," kata bunda seraya mengecup keningnya.

Tak lama terdengar butir-butir air hujan jatuh satu persatu membasahi kaca jendela. Wangi tanah basah menyeruak malam yang sunyi.
Bunda tersenyum, terbayang olehnya anak-anak akan bersuka cita esok dini hari, menyambut turunnya buku-buku dari langit.


******************




"Nah, apakah kalian tahu mengapa kita harus menulis?" Tanya Ratu Peri Cikgu.
"Lihatlah betapa riang anak-anak manusia menyambut hujan. Mereka menunggu buku-buku kita. Hati dan pikiran mereka harus diisi dengan kebaikan. Jika tidak, maka hal buruk yang akan mengisinya. Dan monster jahatpun dengan mudahnya menguasai dan menerkam mereka."

Para peri berkumpul di aula besar Negeri Peri, mendengar kuliah dari dari Ratu Peri Cikgu. Seluruh mata peri memandang ke arah layar besar di ruang aula.
Tampak anak-anak manusia berlarian di pagi hari menyambut hujan tulisan. Mereka menangkap buku-buku dengan riang gembira, dan segera mencari tempat yang nyaman untuk membaca.



"Apakah mereka cukup mendapatkan buku? Adakah anak yang tertinggal, tak mendapat satupun? Jika masih kurang, kita harus lebih banyak menulis esok hari," Kata Ratu Peri Cikgu.

"Jangan lupa, orang berilmu harus menulis. Sebab jika tidak, orang bodoh yang akan menyebarkan kesesatan."
Kuliah pagi ini ditutup oleh ratu peri Cikgu.

"Apakah aku bisa sepertimu, peri Minah?" Tanya Lulu saat meninggalkan aula.
Lili dan Lala menatap peri Minah seolah bertanya hal serupa. Mereka menunggu jawaban.

"Kalian mau menulis juga? Ayo ke kelas supaya kalian bisa menulis seperti aku," kata peri Minah.

"Yeyeii, aku mau tulisanku turun bersama hujan," kata Lili melonjak-lonjak kegirangan.

"Aku juga. Aku akan menulis yang banyak seperti dirimu, peri Minah," kata Lulu.




*********************




Once upon a time, in a far away kingdom there is a fairy land. The fairies are good at writing. The fairy queen named Cikgu, led her region with a very wise and prudent. She teach all of the fairy to write. All fairies produce many written.

And then their writing goes down along with the rain, which soaks the earth. All of children are waiting for rain. Hope the books and writings that come with it. They like to read writing from fairy land.

Meanwhile, the fairies live happily and love each other, until the end of time. And still  always write.

By. Lulu


Ilustrasi pinterest


By Lulu



Menulis itu mudah. Menulis sangat menyenangkan. Ia merupakan salah satu cara menyampaikan ide dan gagasan. Bisa juga untuk terapi diri. Maka menulislah terus, menulis setiap hari. Laksana menuangkan isi hati dan kepala ke dalam diary.


Hanya saja diary kita berbeda, karena dibaca banyak orang. Oleh sebab itu, menulislah yang bermanfaat bagi umat, bukan tulisan yang merusak atau mengalihkan perhatian umat dari jalan perjuangan Islam. Inilah yang membedakan tulisan kita dengan tulisan lain.


Menulis itu semudah berbicara. Dan sesenang seperti saat kita menyampaikan kabar gembira pada orang yang kita kasihi. Innamal mukminuunal ikhwah, sebab sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.


Maka sampaikan berita gembira pada saudara kita, bahwa solusi umat itu sangat dekat. Bahkan sedekat urat nadi. Sampaikan bahwa  Islam tidak hanya berupa aturan ibadah, tapi juga aturan kehidupan. Bahkan solusi seluruh permasalahan umat pun ada di sana.


Maka sampaikan pada umat, agar mereka tak perlu mencari solusi yang jauh. Solusi lain terbukti menyesatkan dan menimbulkan masalah baru. Tapi Islam, tidak. Ia adalah solusi hakiki. Bahkan umat telah bersamanya sejak lahir. Hanya saja mereka perlu ditunjuki pada solusi yang sahih tadi. Kitalah yang harus melakukan itu.


Menulislah setiap hari, tulis yang bermanfaat bagi umat. Umat sungguh memerlukan itu. Jika umat telah berpikir dengan Islam, maka mereka akan menyatukan kekuatan juga karena Islam. Hingga pada akhirnya, perkara 'mengguncang dunia' menjadi perkara yang sangat mudah bagi umat.


Yuk nulis, semangat terus membuang peradaban kufur. Umat tidak layak hidup dengan pemikiran yang rendah, dan menjadi olok-olok musuh-musuh Islam. Kita bersama mendampingi umat di depan, di sisi kanan dan kiri, serta di belakang. Agar mereka tetap berada pada jalan yang mulia.


Sekarang adalah saat untuk menanggalkan label 'buih di lautan' yang selama ini melekat pada diri umat. Kita bergerak menuju peradaban gemilang yang pernah menguasai dunia selama 13 abad. Peradaban yang paling tepat bagi 'khoiru ummah'.


Tsumma takuunu khilafatan ala minhajin nubuwwah.


Ps, thank you so much bu guru, aku padamu. Terima kasih telah memberi kabar gembira di pagi yang indah ini. Jazakillah khoiron katsiiran, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak, aamiin





Selaput tipis putih menggores biru
melengkung membentuk senyummu,
mengurai sendu,
yang mengganggu tidur malammu.

Aku merangkai keindahan
menjalin butir-butir peristiwa
dengan intan berlian syariat.

Lembayung senja memeluk angkasa
menyentuh luka dan nestapa
menepis jelaga
yang menyesakkan dada.

Kusatukan kepedihan
menjadi rangkaian kata,
Dengan cinta pada sesama.



Akulah rangkaian kata,
aku rangkaian peristiwa.
Kutulis semua keindahan agar menjadi cerita,
demi tegaknya kalimat Allah.

Harum kembang setaman mengusik kalbu,
tak pernah sama dengan perdu.
Tidak wanginya,
tidak juga indahnya.



Akulah rangkaian kata,
aku jalin peristiwa.
Kutulis baris peradaban,
rindu bangkitnya generasi mulia.


By. Lulu Nugroho



Oleh Lulu


Menghitung hari menuju akhir tahun. Lihat ke dalam rumahmu, ibu, bagaimana keadaan keluargamu setahun ini. Kemudian lihat juga ke luar rumah. Apa yang terjadi di balik dinding rumahmu. Bagaimana kondisi umat setahun ini. Apakah mereka merasakan suka cita, atau keluh kesah akibat persoalan umat yang menghampiri setiap waktu.

Menjelang akhir tahun, harga kebutuhan pokok semakin tak terkendali. Makanan sehat tak terbeli, anak-anak nyaris kurang gizi. Ketua Bidang Litbang Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Rizal E Halim memprediksi kenaikan harga pangan hingga akhir tahun. Hal ini menurut Rizal karena efek pelemahan rupiah yang terus terjadi, tribunnews.com (20/10).

Menjadi tren tahunan. Hingga para ibu terbiasa menderita terhadap tren yang tidak manusiawi ini. Bukan hanya itu, bahkan sepanjang tahunpun umat telah disuguhi dengan berbagai hidangan meroketnya harga sembako. Puluhan juta rakyat miskin didera kelaparan. Terakhir pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin tercatat 25,95 juta orang atau 9,82%, detikfinance (27/7).

Sementara itu, kebijakan impor yang dilakukan penguasa semakin menambah deret panjang persoalan umat, justru di saat hasil petani lokal melimpah. Bagaimana nasib petani jika hasil keringat mereka bersaing dengan produk impor. Eksistensi petani lokal melemah.Petani menjadi rugi. Akibat tidak bisa menutupi modal usaha.

Pelayanan kesehatan pun kini semakin menampakkan jati dirinya. Dipercaya oleh sebagian umat sebagai solusi. Akan tetapi, praktik di lapangan membuktikan sulitnya umat memperoleh layanan kesehatan yang baik. BPJS tidak hanya menyusahkan umat, juga mengenai tenaga medis dan institusi kesehatan. Perampokan uang umat berkedok layanan kesehatan.

Minimnya upaya pengentasan kemiskinan. Para ibu bahkan didorong ke luar rumah menjadi buruh. Beresiko menghadapi pelecehan seksual, perceraian, bahkan anak-anak yang terlantar akibat ibu menjadi bemper perekonomian negara. Pemberdayaan perempuan yang salah arah. Mencerabut tugas ibu sebagai ummu wa robbatul baiyt.

Belum berhenti kesulitan ibu. Kriminalisasi, rampok dan begal merajalela. Umat tak segan saling bunuh. Tidak hanya karena alasan ekonomi, akan tetapi buah liberalisasi yang menghidupi nafas umat melahirkan banyak perilaku buruk dan kotor. Penegakan hukum yang ala kadarnya, semakin menyesakkan umat.

/Kehidupan Era Sekularisme/

Ibu, tidak ada kebaikan dari sekularisme. Seluruh lini kehidupan umat, sempit. Kebutuhan pokok dan kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Solusi yang ditawarkan penguasa, adalah solusi-solusi yang tidak masuk akal. Bahkan bisa jadi menambah persoalan baru.

Nasihat ulama tidak menyentuh penguasa. Ulama malah dikriminalisasi. Rambu Ilahi dilangkahi. Label buruk dan framing jahat terhadap umat Islam kian hari semakin masif. Bahkan ormas yang konsisten mendidik umat pun dipersekusi. Hukum sekuler selamanya tidak akan pernah memberi ruang bagi Islam untuk berkuasa.

Gerak umat dibatasi. Penerapan syariat dihalangi. Umat dibiarkan mencari solusi sendiri. Upaya kebangkitan akan sulit terealisasi jika umat masih melangkah dalam jalan sekularisme. Terbukti penguasa gagal melindungi dan mencukupi kebutuhan umat. Berharap pada penguasa dengan model cetakan sekularisme selamanya akan menyengsarakan umat.

Sangat mengerikan ibu, hingga kini terbukti, di seluruh belahan negeri akan timbul permasalahan yang terus melilit seluruh sendi kehidupan umat. Dari ekonomi, politik, sosial, pendidikan, keluarga dan lainnya, semua tak luput dari serangan kerusakan akibat sekularisme. Satu-satunya cara untuk keluar dari persoalan, adalah umat kembali kepada Islam.

/Kehidupan Dalam Islam/

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً   ۖ  وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208).

Wahai ibu, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Ini adalah hal yang diperintahkan Allah. Sebab Islam adalah agama yang syamil wa kamil, menyeluruh dan lengkap. Tidak ada satu agamapun yang setara dengan Islam. Al Islaamu ya'lu wa laa yu'la 'alaihi. Di dalamnya lengkap terdapat aturan bagi seluruh urusan umat.

Politik, ekonomi, pendidikan, pengaturan keluarga hingga bernegara, diatur dalam Islam. Allah Sang Mudabbir, menunjukkan kuasanya dengan seperangkat aturan yang menyelamatkan kehidupan umat. Oleh sebab itu, tidak layak jika seorang muslim masih meletakkan tumpuan harapannya pada aturan lain.

Sejarah telah membuktikan bahwa Islam mampu menguasai 2/3 dunia, selama lebih dari 13 abad. Sekularisme, begitu pula ideologi lain, tidak akan mampu menandinginya. Terwujud kemaslahatan (jalb al mashalih) dan tercegahnya kemafsadatan (dar'u al-mafasid) merupakan hasil dari penerapan Islam secara kaffah.

Hal ini hanya bisa diwujudkan dengan model pemerintahan berbentuk Khilafah. Sebab hanya Khilafah yang merealisasikan seluruh aturan Allah, mengurusi umat dengan panduan Alquran dan Hadits. Khilafah menjadi perisai dan pelindung umat. Konsekuensi logis dari penerapan Islam kaffah adalah rahmat bagi semesta alam.

Bukan hanya muslim sejahtera, juga umat agama lain, seperti hindu, nasrani, dan lainnya. Hidup berdampingan dengan damai dan terjamin hak-haknya. Tidak hanya itu, tumbuhan, hewan dan seluruh alam semesta mendapat ri'ayah yang baik sesuai aturan Allah. Bukankah ini sangat indah, ibu.

Islam mampu melepaskan segala bentuk penjajahan. Menebarkan kedamaian dan keadilan bagi seluruh penjuru dunia. Menangislah ibu, menangislah. Dalam sekularisme, air matamu tak akan pernah kering. Maka segera tinggalkan sekularisme. Sejahtera hanya sekadar janji saat Pemilu, yang kemudian hilang ditelan waktu. Kembalilah pada Islam, pada kebahagiaan yang hakiki. Allahummanshurnaa bil Islam

 Wallahu 'alam.

#PerubahanHakikiDenganKhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#IslamSelamatkanNegeri

Sumber
http://www.radarindonesianews.com/2018/12/lulu-nugroho-menangislah-ibu.html

Ilustrasi Pinterest.com

**



Ada sebuah negeri yang indah. Sawah ladangnya luas, ijo royo-royo. Semestinya rakyat negeri tersebut hidup makmur, gemah ripah loh jinawi. Sejahtera karena kekayaan alamnya sangat luas dan melimpah. Tapi ternyata yang terjadi tidak demikian. Rakyat susah. Kebutuhan dasarnya nyaris tak terpenuhi. Di seluruh lini kehidupan, sempitnya bukan main.


Negeri ini dulunya disebut sebagai negeri bebek, karena gemar membebek pada negeri kufur. Dikiranya negeri kufur itu super power, padahal sangat rapuh. Karena kerusakan telah menggerogoti seluruh sendi masyarakat. Negeri yang katanya super power tadi, perlahan-lahan akan tumbang karena cacat yang dibawanya sejak lahir yaitu cacat ideologi.


Ketika negeri bebek berubah status menjadi negeri kardus, bukan berarti sebuah prestasi. Sebab antara kedua label tersebut, tidak ada yang lebih bagus antara satu dengan yang lain. Nama negeri kardus mendadak viral di kalangan netizen sebab keputusan yang diambil penguasa negeri tersebut. Yaitu mengganti kotak pemilu berbahan alumunium menjadi kardus.


Akan tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman kemudian membantah menggunakan kotak suara berbahan kardus untuk Pemilu 2019. Kotak suara yang banyak dipermasalahkan terutama di media sosial itu disebut KPU berbahan dasar karton kedap air, kata Arief di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (14/12). Bukan kardus.


Selain itu menurutnya, penggunaan karton kedap air juga mengefisiensi anggaran. “Menghemat biaya penyimpanan, menghemat biaya produksi, distribusi, banyak penghematannya,” kata Arief, cnnIndonesia.com (16/12).


Sayang sekali yang terjadi malah di luar harapan bapak ketua KPU. Hujan deras beberapa hari belakangan ini tak hanya membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Bahkan kantor KPU Badung juga terkena dampak.  Sebanyak 2.065 kotak suara kardus beserta ratusan bilik suara sempat tergenang air dan akhirnya hancur lumat seperti bubur.


Niat untuk berhemat menjadi luluh lantak. Hal ini ditanggapi Komisioner KPU Pramono Ubaid saat dikonfirmasi Sabtu (15/12), "Apa dipikir kalau pakai aluminium atau plastik tidak rusak? Mobil yang terendam banjir itu harganya pasti jatuh, karena potensi kerusakan mesin sangat besar,"  Sabtu (15/12).


Menyikapi hal ini, dari kalangan akademisi mengkritisi, dosen Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan KPU harus mengedepankan kualitas demokrasi dibandingkan efisiensi pada pemilihan umum. Diskusi kemudian bergulir seputar kardus. Bukan pada fakta yang dihasilkan demokrasi itu sendiri. Pemimpin apa yang diharapkan lahir dengan mekanisme seperti ini.


Negeri pengemban sekularisme. Tidak ingin Allah terlibat dalam kehidupan sehari-hari. Merasa pandai dan paling tahu tentang kehidupan dunianya, maka arogan membuat aturan sendiri. Alhasil yang terjadi adalah 'negeri kardus'. Negeri yang lunak, mudah hancur menjadi bubur ketika berhadapan dengan banjir peradaban yang merusak.

/Islam Solusi Umat/

Riuh rendah netizen melihat pertunjukan yang tayang di seputar umat, benar-benar semakin membuat umat geleng kepala. Sesuatu yang jelas secara rasio, lemah dan tidak memiliki kekuatan, masih saja diemban dan diperjuangkan. Demokrasi dengan segala kelemahannya, tak akan mampu menutupi kerusakan dirinya. Mendorong umat untuk berpikir menggunakan akal dan imannya.


Pemilu bagi negeri sekularisme, benar-benar melelahkan. Menghabiskan biaya. Praktik saling tipu dan sikut sudah biasa, dan terjadi berkala setiap 5 tahun. Suara umat dipertaruhkan. Kotak alumunium saja, suara bisa dipermainkan. Apalagi kardus dengen segel gembok ala kadarnya. Bukan hanya kardusnya yang mudah dirusak, kaitnya juga.


Pantas saja umat di negeri kardus sulit bangkit. Karena untuk mengurusi urusan umat yang berskala besar pun, tidak serius dan main-main. Belum tuntas suara orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diperhitungkan, boleh nyoblos. Kini yang terbaru, kotak suara kardus. Belum lagi kasus e-KTP yang tercecer, yang entah bagaimana nasibnya. Semakin menambah panjang daftar persoalan umat di negeri ini.


 Islam sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman
«وَ اِنَّهُ لَهُدىً وَ رَحْمَهٌ لِلْمُؤْمِنینَ»

Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Naml [27]: 77)


Satu-satunya jalan untuk bangkit adalah kebangkitan pemikiran. Umat belajar politik Islam. Dengan pemikiran yang bangkit, maka umat tidak akan mau dibodohi dengan berbagai akal-akalan politik. Umat yang pandai pun akan memilih pemimpin berkualitas bangkit. Yang bisa memimpin umat, mengurusi umat, serta menjadi perisai bagi seluruh permasalahan umat. Bukan pemimpin yang lari saat umat mengeluh memohon keadilan.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah perisai, rakyat akan berperang di belakangnya serta berlindung dengannya. Apabila ia memerintahkan untuk bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla serta bertindak adil, maka ia akan mendapat pahala. Tetapi jika ia memerintahkan dengan selain itu, maka ia akan mendapat akibat buruk hasil perbuatannya.”
[Hadis Riwayat Muslim, 9/376, no. 3428]


Saatnya kita tinggalkan seluruh pemikiran kardus. Beralih pada pemikiran cemerlang yang berlandaskan kekuatan Alquran dan Hadits. Membuang jauh pemikiran rusak yang membuat umat bodoh secara sistemik. Sebab hanya Islam yang mampu membawa umat pada peradaban emas. Al Islaamu ya'lu wa laa yu'la alaihi.

Sumber
http://www.soeara-rakjat.com/2018/12/negeri-kardus.html?m=1

Ilustrasi Pinterest.com




Oleh Lulu


Namanya Pony. Gadis kecil cantik berusia 6 tahun telah dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Dengan tarif Rp37.000,00 ia harus melayani laki-laki hidung belang di sebuah rumah bordil bertahun lamanya. Di pedalaman Kalimantan. Lokasinya di Km 18, Kecamatan Kereng Pangi, Kabupaten Kantingan.


Saat ditemukan, ia nyaris tanpa bulu. Setiap 2 hari sekali, dicukur hingga klimis. Akibatnya sekujur tubuhnya penuh luka gigitan nyamuk. Tidak hanya itu, ia disekap dan dalam keadaan dirantai. Menjerit ketakutan setiap kali madam bordil mendekatinya, hingga buang air besar karena takut yang amat sangat.


Mengerikan membayangkan hal tersebut terjadi bertahun-tahun. Pony trauma berat. Tubuhnya kurus, malnutrisi kronis. Tergeletak di atas matras lusuh. Dimandikan dan diberi wewangian. Jari kaki dan tangannya kaku. Kasihan Pony. Orang utan yang semestinya mendapat penjagaan dari manusia, malah diperkosa. Ya, Pony adalah seekor orang utan.


Kisah ini adalah fakta, terjadi beberapa tahun lalu. Pony berhasil diselamatkan tahun 2003, oleh 35 orang aparat bersenjatakan AK-47. Itupun setelah sebelumnya usaha penyelamatan Pony selalu dihalangi penduduk yang mengancam dengan senjata dan pisau sebab tidak mau Pony diselamatkan. Sejak itu Pony dirawat di Borneo Orangutan Survival Foundation. Kemudian dikembalikan ke hutan ke habitat aslinya.


Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Satwa Liar Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 November, BOS Foundation kembali melepasliarkan 6 orangutan ke Hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), di Kalimantan Tengah. Pelepasliaran kali ini menambah jumlah orangutan yang dilepasliarkan di lokasi tersebut menjadi 112 individu orangutan, pada 5/12/2018, orangutan.or.id (8/12).


Kisah Pony selalu teringat, setiap peringatan Hari Konservasi Satwa Liar Sedunia. Sungguh mengerikan, ketika manusia menggunakan berbagai cara untuk memenuhi gharizah nau'nya. Naluri yang semestinya diarahkan dalam jalan syariat, justru diumbar secara bebas menggunakan berbagai cara. Hingga akhirnya berfantasi seksual menggunakan obyek seekor orang utan.


/Perlindungan Hewan di Dalam Islam/

Jika dibiarkan, sekularisme akan terus merusak negeri. Karena tolok ukur materi, maka apapun demi tercapainya kepuasan itu, akan dikerjakan. Bahkan dengan melakukan suatu aktivitas hina, seperti menyalurkan gharizah nau' mereka terhadap hewan, itu akan dilakukan. Mereka pun tak merasa bersalah menyakiti hewan dan tak merasa hina bercinta dengan primata.

لعن الله من اتخذ شيئا فيه روح غر ضا
Allah mengutuk orang yang menjadikan sesutu yang bernyawa sebagai sasaran” [HR Al-Bukhari : 5515, Muslim : 1958] [Redaksi ini riwayat Ahmad : 6223].


Banyak hadits menunjukkan bahwa Islam melindungi hewan. Pada masa kekhilafahan Turki Utsmani, khalifah memerintahkan untuk menyebarkan makanan untuk burung-burung saat terjadi musim dingin. Sebab dikhawatirkan mereka sulit mendapatkan makanan.


Begitu pula ketika masa pemerintahan Khalifah Umar. Beliau memperbaikin jalan-jalan yang berlubang karena takut kaki keledai terperosok di dalamnya. Seorang khalifah, bertanggung jawab kepada Allah, tidah hanya pengurusannya terhadap manusia, akan tetapi juga terhadap hewan dan alam.


Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadaNya)” [HR Al-Bukhari : 2363].

Dalam hadits lain dikatakan,

إِذَا سِرْتُمْ فِي أَرْضٍ خصْبَةٍ فَأَعْطُوا الدَّوَابَّ حَظَّهَا وَإِذَا سِرْتُمْ فَي أَرْضٍ مَجْدَبَةٍ فَانْجُوا عَلَيْهَا

Bila kamu melakukan perjalanan di tanah subur, maka berilah binatang (tunggangan) itu haknya. Bila kamu melakukan perjalanan di bumi yang tandus maka percepatlah perjalanan.” (HR. Al-Bazzar, lihat Ash-Shahihah no. 1357).


Sekularisme menafikan peran Allah dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada satupun kebaikan yang dihasilkan ideologi kufur ini. Bersumber dari pemikiran manusia yang terbatas, yang tidak bisa mengakomodir seluruh persoalan umat. Apalagi hewan dan seluruh alam semesta. Bahkan menghasilkan persoalan yang luar biasa dahsyatnya.


Islam adalah agama yang lengkap dan menyeluruh. Jika diterapkan secara kaffah, maka rahmatnya benar-benar bisa dirasakan seluruh alam. Maka kembali pada Islam sebagai solusi hakiki bagi seluruh permasalahn umat. Tidak hanya menyelamatkan manusia, juga seluruh alam termasuk hewan di dalamnya akan mendapat ri'ayah yang baik. Wallahu 'alam bish shawab.


Tulisan tayang di
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1477241065739707&id=756312454499242

Ilustrasi Pinterest.com





Jakarta, reuni 212 kali ini tampak berbeda.
Penuh sesak lautan massa. Sejak turun dari kereta api, timku nyaris tak mampu bergerak. Diperkirakan yang datang sebanyak 10 juta. Sungguh Allah maha kuasa menggerakkan hati manusia. Terharu melihat umat bersatu. Senang yang tak terhingga menyaksikan mereka datang dari tempat yang jauh untuk membela tauhid.


Jakarta, acara 212 ini memang tampak terlihat berbeda.
Seperti melihat teman-teman HTI dimana-mana. Banyak orang berpakain rapi, menutup aurat. Dengan jilbab (gamis) dan kerudung bagi para nisaa. Dan baju koko serta topi tauhid bagi para rijal. Sulit dikenali, ini HTI atau bukan. Nyaris semua orang bangga memegang bendera dan panji Rasulullah, ar royah dan al liwa.


Ternyata dakwah tidak bisa dihentikan. Sesuatu yang datangnya dari Allah, memang tidak akan mampu dihalangi manusia. Sejak terjadi banyak persekusi terhadap umat serta dicabutnya badan hukum, dakwah terus melaju. Mencari celah-celah hati umat yang hampa melihat kehidupan ini.


Kesulitan terus membelit umat tanpa henti. Dakwah mengobati. Memberi solusi hakiki. Sejatinya, seperti itulah alaminya dakwah. Terus berjalan, ada atau tanpa badan hukum. Sebab dakwah mengajak umat kembali kepada Islam, adalah kewajiban yang diperintahkan Allah. Menyampaikan yang haq, menjelaskan yang batil. Tua muda, miskin dan kaya berhak atas dakwah.


Ditambah lagi dengan bermacam peristiwa politik yang terjadi dalam tubuh umat. Alih-alih ingin menghantam umat. Justru sebaliknya membuat umat semakin berpikir. Cerdas mengaitkan fakta dengan Islam. Umatpun akhirnya mengerti bahwa kondisi yang ada sekarang hanya bisa diselamatkan dengan Islam.


Jakarta, bela tauhid 212 tahun ini, terlihat semakin berbeda.
Umat rindu Islam. Umat inginkan persatuan. Bela tauhid bukan semata membela bendera. Tapi membela segala apa yang datangnya dari Allah. Semoga tahun depan kemenangan sudah berada di tangan umat, aamiin.


Jakarta, terima kasih untuk hari ini.
Aku kembali ke kotaku.
Sampai jumpa pada agenda umat yang berikutnya.

Jakarta, aku pamit..

#ReuniAkbar212
#BelaTauhid212
#Spirit212




Jakarta pagi ini berbeda. Tampak cantik sumringah. Matahari bersinar manis menyambut mujahid mujahidah yang datang dari berbagai kota. Saling sapa, saling memberi. Bertemu orang-orang yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Mendadak cinta walaupun belum pernah mengenal sebelumnya. Akidah merekatkan.


Dakwah itu indah, selalu indah. Mengajak umat menapaki jalan Islam. Menemukan kasih sayang Allah dalam semua aturan-Nya. Sekali lagi mimbar cahaya. Jakarta menjadi saksi, bersatunya umat karena dorongan iman. Pendar-pendar cahayanya memenuhi ibu kota.
Jakarta pagi ini, dalam Islam keindahanmu akan selamanya abadi.


*****************

Dari Abu Malik Al-Asy’ary, bahwa suatu ketika, setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan sholatnya, maka beliau menghadap ke arah orang-orang dan bersabda,”Wahai manusia, dengarkan, pikirkan, dan amalkanlah. Sesungguhnya Allah azza wajalla memiliki hamba-hamba, yang mereka itu bukan para nabi dan bukan pula syuhada’, namun para nabi dan syuhada’ berharap seperti diri mereka, yang duduk bersanding dan dekat dengan Allah.”


Lalu datang seorang arab Badui di pinggir kerumunan orang-orang lalu menunjukkan jarinya ke arah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata,”Wahai nabi Allah, ada orang-orang yang mereka itu bukan nabi dan bukan pula syuhada’, yang para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, karena kedekatan mereka dengan Allah. Beritahukanlah kepada kami bagaimana gambaran mereka?”


Wajah beliau tampak berseri karena pertanyaan orang Badui tersebut. Maka beliau menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang tak pernah dikenal dan terasing dari keluarga dan kabilahnya. Mereka tidak diikat oleh hubungan kekerabatan,namun mereka saling mencintai karena Allah dan saling rukun. Allah meletakkan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya, lalu mendudukkan mereka di atasnya. Lalu Allah membuat wajah mereka dari cahaya, membuat pakaian mereka dari cahaya, membuat manusia heran terhadap mereka pada hari Kiamat, sementara mereka sendiri tidak heran. Mereka adalah para Wali Allah yang tiada ketakutan atas diri mereka, dan mereka tidak bersedih hati.“(Musnad Imam Ahmad, 5/243)

#ReuniAkbar212
#BelaTauhid212
#Spirit212.




Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai'in qodir"
لا اله ال الله وحده لا شريك له له الملك و له الحمد و هو على كل شئ قدير


Wahai Allah, kami hadir pada reuni 212.
Ini bukan reuni biasa, tapi jauh lebih besar dari itu. Ini tentang syiar Islam. Tentang persatuan kaum Muslim yang merindukan kebangkitan. Tentang kecintaan kami terhadap Engkau, terhadap Rasul-Mu dan Alquran. Maka kami datang berbekal iman.


Wahai Allah, 
Engkaulah pemilik kerajaan di langit dan di bumi. 
Engkau penguasa siang dan malam. 
Seluruh hati kami pun ada dalam genggamanMu. 
Berikan kekuasaan bagi kaum muslim, ya Allah. 
Biarkan Islam saja yang mempimpin dunia hingga akhir zaman. Sebab kekuatan lain sangat mengecewakan dan merusak, tak mampu menandingi Islam.


Wahai Allah, satukan hati kami agar lurus terarah pada agamaMu. Menyukai yang Engkau cinta, dan membenci yang Engkau murkai. Berbagai jurus jahat yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam selamanya tak akan mendapat tempat di bumi milik-Mu. Maka hancurkanlah mereka ya Allah. 
Lemahkanlah mereka.


Wahai Allah, 
satukan kami dalam reuni ini. Sesungguhnya persatuan umat atas dasar iman, adalah perkara yang menggentarkan musuh-musuh Islam. Maka kalahkan mereka ya Allah. Kami merendahkan diri padaMu ya Allah, berikanlah kemenangan atas kami dalam waktu dekat. Berikan kemenangan bagi Islam agar kembali mengguncang dunia.


Untuk menyelamatkan saudara-saudara kami di Suriah, Palestina, Uyghur, Rohingya dan di seluruh sudut-sudut negeri. Menolong saudara kami yang kelaparan, yang terhina menerima gaji sedikit, yang diambil hak-haknya oleh penguasa, yang menjadi sakit dan lemah akibat penerapan hukum kufur.


Wahai Allah, tetaplah berada di sisi kami. Di sepanjang jalan kehidupan ini. Saksikanlah bahwa kami rindu diterapkannya syariatMu. Tak ada aturan sebaik Islam. Aturan buatan manusia selamanya tidak pantas bersanding dengan aturan buatan-Mu, wahai Allah.


Kami pun rindu akan berdiri tegaknya kekuatan perisai umat, Khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Tegakkanlah lagi wahai Allah, Rabb Penguasa langit dan bumi. Dengannya, kami kaum muslim akan aman berlindung di balik perisainya. Merasakan penjagaan dan kasih sayang-Mu hingga akhir masa.

Allahumma ahyiina bil Islam..

******************************

Dalam Ali Imran 26-27 :

" قُلِ َّاللهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴿٢٦﴾ تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
 

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)"

Oleh Lulu.

Perhelatan akbar akan digelar. Saatnya gladi bersih. Memeriksa beberapa hal yang mungkin terlewat pada saat pementasan. Bagi sebagian umat, 212 adalah reuni. Bagi sebagian umat yang lain yang senantiasa mengawasi, memperhatikan dan menjaga pemikiran umat, momen 212 adalah ajang dakwah. Dakwah menyeru kepada Islam.

Maka ketika jutaan muslim dari seluruh penjuru tanah air bahkan luar negeri berkumpul di Monas, saat itulah kita berdiri di sisi depan, samping kanan kiri dan belakang mereka, merapatkan barisan, mengarahkan umat pada tujuan yang 1. Yaitu menyamakan perasaaan marah dan cinta yang ada pada umat agar berada pada frekuensi yang sama yaitu hanya untuk Islam.

Sebab marah dan cinta yang dilandasi iman, akan membawa umat pada ketinggian berpikir. Hal inilah yang dilakukan oleh para syabab dan syabah. Selamanya mereka menjaga pemikiran umat. Agar umat berpikir jernih dan mampu mengaitkan seluruh fakta yang mengitari mereka dengan Islam.

Sebab umat sejatinya adalah sekolah bagi para syabab dan syabah. Mempelajari berbagai kondisi baik dan buruk yang menyentuh kehidupan umat. Kemudian melihat bagaimana umat menyelesaikan persoalannya. Jika umat belum mampu memecahkan persoalan dengan solusi sahih, maka tugas syabab dan syabah untuk memperbaikinya.

Begitupun dengan 212. Ajang yang dinanti seluruh umat termasuk para syabab dan syabah. Menjadi bukti bahwa bendera tauhid ternyata mampu mempersatukan. Langkah berikutnya adalah mengajak umat agar berhukum pada seluruh hukum Islam, sebagai realisasi dari tauhid. Kemudian umat bergerak bersama memperjuangkan Islam.

Lihatlah betapa umat rela mengerahkan seluruh energinya. Datang dengan ikhlas, menyiapkan kebutuhan mereka sendiri. Yang tinggal jauh dari pusat ibu kota telah bergerak mendekati arena dengan berbagai akomodasi dan sarana transportasi.

Mengajak teman, kerabat dan handai taulan untuk turut serta. Yang sakit berupaya untuk sehat. Yang memiliki anak-anak kecil, mengkondisikan putra putri mereka untuk safe selama perjalanan. Tak ada yang mampu menahan panas mabda. Tidak ada yang sanggup menghalangi kebenaran bisyarah. Kemenangan telah tampak jelas di depan mata.

Terbukti bahwa dakwah mampu mendorong para syabab dan syabah untuk terus bergerak membela Islam. Tak peduli framing jahat yang menggelinding bagai bola liar. Mereka tetap bersatu, menggenggam Islam. Memastikan posisi, dalam barisan pejuang kebangkitan umat.

Para syabab dan syabah yang hati dan pikirannya telah diikat oleh mabda, tak akan mudah goyah atau lemah. Persekusi terhadap bendera tauhid dan seluruh pemikiran Islam, tidak akan menggoyahkan langkah dakwah. Pantang surut ke belakang. Menyelesaikan segala apa yang telah kita awali (meminjam istilah ustaz Tachta Brader Karim).

Tak peduli masih ada oknum yang membenci bendera tauhid. Bendera yang dihinakan akan tetap berkibar, bahkan bertambah banyak. Jutaan umat siap memperjuangkannya. Semakin dipersekusi, akan semakin dicinta. Persekusi bendera dan seluruh simbol Islam tidak membuat umat tercerai berai. Justru membuat umat semakin bersatu.

Sayangnya para musuh Islam menutupi hati mereka dengan gelapnya kebencian. Seandainya mereka tahu, betapa indah rasanya memegang bendera tauhid, serta bertauhid dengan cara yang benar.

Al Islaamu ya'lu wa laa yu'laa alaihi. Kemenangan pasti datang, kekalahan ada pada musuh Islam.

Wahai para syabab dan syabah, bersiaplah, ini panggungmu!

Tsumma takuunu khilafatan 'ala minhajin nubuwwah.

******************
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam, beliau bersabda:

قال موسى عليه السلام : يا رب علمني شيئاً أذكرك وأدعوك به ، قال : قل يا موسى لا إله إلا الله . قال : كل عبادك يقولون هذا ، قال : يا موسى لو أن السموات السبع وعامرهن غيري والأرضين السبع في كفة ، ولا إله إلا الله في كفة ، مالت بهن لا إله إلا الله

”Berkata Musa ‘alahis salaam: ‘Wahai Rabb, ajarkanlah padaku sesuatu yang dengannya aku berzikir kepadaMu dan berdoa kepadaMu’.

Maka Allah berfirman: ‘Wahai Musa, Ucapkanlah: ‘Laa ilaaha illallaah’.

Musa berkata: ‘Setiap hambaMu mengucapkan kalimat ini’.

Allah berfirman: ‘Wahai Musa, seandainya langit yang tujuh serta seluruh penghuninya, selain Aku, dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan
dan kalimat Laa ilaaha illallaah diletakkan pada sisi lain timbangan.
Niscaya kalimat Laa ilaaha illallah lebih berat timbangannya’

Diriwayatkan ibnu Hiban dan Al-Haakim dan ia (Al-Haakim) mensahihkannya.

Sumber referensi: kitab Takattul Hizby
#KulwaTipsMenulisUntukEksis
#PRNgajiLiterasi
#KomunitasNgajiLiterasi
#day3


Dahulu kala di Negeri Peri, para peri tidak pandai menulis. Kehidupan berjalan seperti biasa. Mereka bersama, saling menyayangi tanpa ada perselisihan. Kehidupan berjalan tenang. Suasana damai menyelimuti Negeri Peri yang indah.


Hingga pada suatu ketika, Ratu Peri Cikgu meminta para peri untuk hadir. Seluruh peri bertanya-tanya, apakah gerangan yang membuat ratu peri mengumpulkan mereka? Adakah suatu pengumuman yang penting dari istana?




Maka seluruh peri bergegas berkumpul di alun-alun negeri. Sebuah tempat yang sejuk dan nyaman, beralaskan lantai marmer yang dingin dan bersih mengkilat. Seluruh peri berkumpul di sana, siap mendengarkan pesan ratu.


Ternyata saat itu ratu sedang gusar. Melihat anak-anak manusia selalu dalam intaian raksasa jahat yang siap menerkam mereka setiap saat. Anak-anak tersebut tidak sadar, bahwa mereka akan menjadi santapan monster jahat.



Maka kemudian, ratu peri membuka kelas menulis. Menyeru kepada seluruh peri cantik dan pintar untuk ikut di dalam kelas. Akhirnya mereka pun mempelajari berbagai macam bentuk tulisan. Dan setiap tulisan terbaik, selalu mendapat hadiah sepatu kaca dari Ratu Peri Cikgu.



Seluruh peri berlomba ingin mendapat hadiah. Hingga sejak saat itu, setiap waktu mereka terus menulis. Tidak ada hari yang kosong tanpa karya dari para peri. Tulisan peri baik hati, memiliki mantera sakti menjaga anak-anak manusia dari terkaman raksasa jahat.


Oleh sebab itu, jika saat ini kita melihat hujan. Perhatikanlah, jangan-jangan itu adalah hujan tulisan yang diturunkan para peri. Tulisan-tulisan indah yang selalu ditunggu anak-anak manusia. Yang menjaga dan melindungi mereka sampai akhir masa.



Ilustrasi: https://pinterest.com/pin/527202700110840192/?source_app=android

Cirebon, 6/11/2018,  Selasa pukul 20.32


#KulwaTipsMenulisUntukEksis
#PRNgajiLiterasi
#KomunitasNgajiLiterasi
#day2




Masih ingat Negeri Peri yang indah itu? Negeri yang seluruh perinya bersuka cita membuat tulisan-tulisan indah. Hari-hari mereka senantiasa dalam kesibukan. Tulisan mereka bagai hujan di tengah kemarau panjang. Membasahi, menyejukkan, menginspirasi, membuang segala kotoran dan kerusakan.


Alkisah di Negeri Peri, para peri berlomba menghasilkan tulisan. Tidak ada peri yang termangu atau bertopang dagu. Semua peri menghasilkan karya. Namun ada seorang peri yang tampak berbeda. Peri ini sangat cantik dan pemalu. Dia selalu menutupi wajahnya. Tapi peri ini istimewa. Dia sangat rajin menulis. Peri Minah Mahabbah, namanya.




Jumlah hari dalam sebulan kalah banyak dibandingkan jumlah tulisannya. Dia menulis seolah berlari. Menulis terus, dan terus, sepanjang waktu. Dan tulisannya tayang dimana-mana. Berkali-kali dia bahkan mengalahkan rekornya sendiri. Belum ada peri yang sanggup menulis sebanyak peri Minah. Apalagi melampauinya.


Ketika peri Minah sakit atau terhalang menulis dalam 1 hari. Maka ia akan menggantinya di hari yang berbeda. Begitu seterusnya. Hingga tidak ada satupun hari berlalu tanpa menulis. Setoran menulis sebulan selalu full. Peri Minah sangat fokus. Menulis untuk melindungi anak-anak manusia dari ancaman musuh.


Semua peri ingin seperti peri Minah, begitu pun aku. Maka seluruh peri berusaha mempelajari. Mencari rahasia, bagaimana peri Minah bisa menjadi seperti itu.
Ah, ternyata rahasia peri Minah ada pada jam ajaib.
Jam ajaib selalu mengingatkannya untuk menulis setiap hari. Malah dalam 1 hari, peri Minah bisa menghasilkan lebih dari 1 tulisan.
Berarti jika ia mampu melakukan itu, maka seluruh peri pun bisa. Termasuk juga aku.




Maka kini setiap bulannya aku selalu menempel di belakangnya. Karena peri Minah berlari. Aku pun ikut berlari mengejarnya.  Aku ingin samakan langkahku. Tak terhitung masa-masa aku baper atau lelah sehingga menulis terasa sangat sulit bagiku.





Namun aku berusaha kembali fokus, seperti peri Minah. Masih belum bisa melampauinya. Tapi aku tetap berlari di belakangnya. Mengejarnya.

Berlarilah terus peri Minah, aku akan terus mengejarmu!




Ilustrasi: http://pinterest.com/pin/612982199259156368/?source_app=android

Cirebon, 5/11/2018. Senin, pukul 20.13

#KulwaTipsMenulisUntukEksis
#PRNgajiLiterasi
#KomunitasNgajiLiterasi
#day1



Pada suatu masa, ada sebuah Negeri Peri yang indah. Penuh bunga berwarna-warni. Sawah dan ladang luas terhampar. Cahaya mentari hangat berpendar-pendar. Karena keindahannya, negeri tersebut diberi nama laksana perhiasan. Zamrud, batu permata yg berwarna hijau seperti lumut. Negeri zamrud, negeri peri.


Para peri hidup dengan damai. Peri-peri cantik dan baik hati. Tua dan muda. Mereka saling menyayangi dan mengasihi. Tidak ada kebencian. Juga tidak ada dusta di antara mereka, pastinya. Saling menyemangati. Mendukung satu dengan yang lain. Membantu dan menguatkan.




Uniknya, peri-peri di negeri itu suka menulis. Berbagai macam tulisan mereka pelajari. Ada fiksi, feature, cerpen, opini dan lainnya. Terakhir beberapa hari lalu mereka belajar membuat surat pembaca. Semua peri bergairah untuk belajar. Peri-peri senior siap mengajarkan ilmunya. Peri yunior siap menerima ilmu.


Karena semangat belajar, tidak jarang beberapa peri belajar di kelas menulis lain yang beragam. Mendua, mentiga. Sehingga akhirnya para peri akan bertemu teman-teman yang sama berkali-kali di kelas-kelas yang berbeda.




Jangan ditanya suasana belajar di Negeri Peri. Tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Sangat menyenangkan. Bahkan tidak hanya itu, peri senior menghasilkan buku. Peri lain mengirim ke media online atau media cetak.


Tulisan-tulisan mereka, bagaikan hujan di siang hari yang terik. Sejuknya menyegarkan, masuk ke semua celah tanah yang kering. Menyegarkan. Membasahi. Menghidupkan tumbuhan yang mati. Mengikis semua kerusakan.


Inilah Negeri Peri. Sebuah negeri yang para perinya tak pernah berhenti menghasilkan karya. Bukan hanya sebuah, tapi banyak. Agar anak-anak manusia selamat dari bahaya, dan merasakan bahagia hingga akhir masa.








Ilustrasi: http://pinterest.com/pin/403072235374644741/?source_app=android

Cirebon, 4/11/2018, Ahad pukul 21.05


Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Apa kabar, sahabat?





Sekalipun kita hanya bersua di dunia maya, sesungguhnya kita saling menyayangi, saling menjaga karena Allah.
Sungguh kehadiranmu di lini masa (timeline, kbbi) membuat hari menjadi berwarna. Aku berharap kita saling mewarnai dan memberi keindahan di hari-hari netizen, sahabat dunia maya.
Atas izin Allah, Akidah Islam akan menyatukan seluruh hati umat aamiin.


Ada yang ingin aku sampaikan padamu tentang aktivitas kita di dunia maya. Kita upayakan ya untuk selalu meluruskan niat bahwa kehadiran kita di sini untuk dakwah.
Menyampaikan Islam.
Menunjukkan bahwa Islam itu indah dan solutif. Sebab solusi yang ditawarkan Islam tak lekang oleh waktu, tak lapuk oleh masa. Sekalipun tempat dan musim berganti, Islam selalu memberi solusi tepat bagi umat.


Oleh sebab itu, pastikan kita ada di posisi yang mana. Menyampaikan Islam dengan cara smart dan santun, atau sebaliknya.
Maka pelajari sebelum membuat status, share, like and komen. Pastikan bahwa kita tidak memberi ruang untuk hoax, bully, meledek atau bahasa sarkasme. Tidak juga menunjuk kepada person, tidak nyinyir dan mengejek.


Jangan lupa, di dalam QS An-Nahl: 125, Allah telah berfirman:


اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ  وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ  اِنَّ  رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."


Jika kita melihat sebuah pelanggaran hukum Allah, maka sampaikan tulisan dengan bahasa yang ma'ruf dan landasan berpikir sahih sehingga umat justru akan terbawa dengan keindahan berpikir yang kita sampaikan.
Jangan memberi panggung untuk sebuah kezaliman, apalagi di lini masa kita. Jangan sampai musuh-musuh Islam terkenal karena tangan kita.


Coba check lini masa kita ya sahabat,
sama, aku pun melakukan yang demikian.
Kadang kita terpancing dengan status lucu tapi mengejek yang dishare oleh orang lain.
Cukup baca untuk kita sendiri, tertawa sendiri, cukup, that's enough.
Tak perlu dikomentari, dilike atau dishare. Sebab kita sedang menciptakan 'brand'. Membentuk image. Tentang kita sendiri. Kita ingin diingat orang sebagai apa.
Brand atau image itu juga penting untuk membuat langkah kita pasti dan tetap di dalam kebenaran.


Jangan lupa ya sahabat,
Kita sedang membentuk posisi, pastikan betul posisi kita dimana. Apakah tulus ingin menyebarkan agama Allah? Atau terpancing dengan berita yang kosong dari nilai ibadah.
Sebab sayang jika satuan waktu terkecil kita terbuang untuk aktivitas yang sia-sia. Kosong dari nilai ibadah. 

Sebagaimana Allah telah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ  ۖ  وَنَحْنُ اَقْرَبُ  اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ  الشِّمَالِ قَعِيْدٌ
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Qâf/50:16-18]


Pada saat kita melakukan aktivitas di dunia maya, sesungguhnya kita sedang menggenggam dunia. Tinggal dikembalikan kepada kita, mau kita apakan dunia ini. Apakah akan kita guncang dengan opini Islam, atau kita biarkan berbagai berita mengalir dengan sendirinya.
Atau jangan-jangan kita malah terbawa pada opini dengan solusi pragmatis. Pilihan ada pada kita.


Saling mengingatkan, saling menguatkan dan saling menjaga. Bersatu kita akan menjadi bangunan yang kokoh. Yang tetap dengan pemikiran Islamnya.
Yang cerdas, dan fokus pada kebangkitan umat. Siap ya,
semangat terus mengguncang dunia dengan Islam.

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضً

Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684].

Al Islaamu Ya'lu wa Laa Yu'la alihi

Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sahabatmu,
Lulu.

Cirebon, 18/10/2018

#revowriter
#GerakanMedsosUntukDakwah





Langit pilu mendadak sendu
Ombak di laut pun berhenti merayu
Meradang melihatmu aku membeku
Berbangga, padahal jelaga ada padamu.


Setelah 17 menit Film Fitna
Kau tebarkan dusta pada semesta
Berbalut dengki dan angkara
Menista Kekasih yang dicinta.


Tak hanya sekali melayut menghina
Kini membuat kontes menggambar wajahnya
Menjadi kelakar manusia sedunia
Sungguh umat tanpa perisai tak mampu membela.


Cirebon, 19/9/2018

#TugasPuisi
#WritingClassWithHas
#Meeting3




Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang menyaksikan kemungkaran, hendaknya dia mengubah kemungkaran itu dengan tangan (kekuasaan)-nya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu, dengan kalbunya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(HR Abu Dawud).

Kemungkaran terjadi di setiap masa. Itu ujian bagi kita, bunda. Liyabluwakum ayyukum ahsanu amalan, untuk mengetahui siapa di antara kita yang paling baik amal atau aktivitasnya. Yaitu yang paling sesuai dengan perintah Allah.

Ketika kita melihat kemungkaran, maka kewajiban kita adalah mencegah. Karena segala yang kita lakukan akan dihisab. Aktivitas baik ditanya oleh Allah, yang buruk pun ditanya. Mencegah seseorang dari bermaksiat kepada Allah, akan berpahala. Sebaliknya pelaku maksiat atau kemungkaran akan mendapat dosa.

Di sinilah peran kita, wahai bunda. Sampaikan Islam. In syaa allaah akan menjadi amal salih buat kita. Tidak saja kepada keluarga. Tapi juga pada tetangga dan karib kerabat. Sama halnya ketika kita menasehati penguasa untuk menegakkan amal salih. Mengurusi rakyat sesuai yang diperintahkan Allah, wajib hukumnya.

Sebaliknya jika kita diamkan kemungkaran, maka kerusakan yang terjadi di tengah umat akan meluas. Orang-orang salih yang ada di tengah umat pun akan tergelincir. Terbawa sistem rusak yang dibuat oleh penguasa. Sehingga dosa dan pelanggaran terjadi dimana-mana.

Lebih dari itu, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Demi Allah Yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya. Sungguh ada sekelompok dari umat-ku (kaum Muslim) yang kelak dikeluarkan dari kuburnya dalam keadaan wajah-wajah mereka menyerupai kera dan babi. Hal itu disebabkan karena mereka menjilat (mencari muka) orang-orang yang melanggar syariah Allah dan Rasul-Nya. Mereka berdiam diri, padahal mereka mampu mencegah (kemungkarannya).”
 (Abu Nu'im al-Ashbahani, Ma'rifah ash-Shahâbah, 13/44).

Kita tidak boleh diam, bunda. Sampaikan kebenaran yang datangnya dari Allah. Inilah sejatinya sebuah kemerdekaan. Merdeka dari segala bentuk penghambaan kepada makhluk. Beralih kepada penghambaan yang hakiki kepada Allah Pencipta semesta alam.
Al Islaamu ya'lu wa laa yu'la 'alaihi.

Cirebon, 19/8/2018

#sarapankata
#kmobatch14
#kmoIndonesia
#Indonesiamenulis
#day27

🌤🌤 Bismillah... ☀️☀️

Allah SWT berfirman:
وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ  ۚ  تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۚ  وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."

(QS. Al-Kahf: Ayat 28).

***

Merdeka adalah suatu keadaan dimana manusia bebas menyembah Rabnya. Taat dan mengikuti aturan Allah, bukan aturan buatan manusia.
Jika kita sepakat bahwa kehidupan sempit saat ini adalah buah tangan kita sendiri. Maka kita pula yang mampu mengeluarkan diri kita menuju keadaan yang lapang. Kita mampu merubahnya, bunda. Caranya adalah kembali kepada hukum Allah.

Kita adalah agen perubahan, bunda. Kita punya peran untuk melakukan perubahan. Melalui aktivitas dakwah. Yaitu dengan mengajak umat untuk mengenal Islam. Sampaikan keindahan Islam. Bahwa Islam bukan hanya ibadah individu, seperti puasa, zakat dan shalat. Tapi juga memiliki sistem ekonomi, sistem politik, sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem persanksian dan lainnya. Dan seluruh sistem itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Oleh sebab itu harus diterapkan.

Perlahan-lahan sampaikan hal tersebut kepada umat. Sebab itu adalah sesuatu yang asing bagi mereka. Umat terbiasa hidup dalam atmosfer sekularisme yang datangnya dari barat. Hingga tidak mengenal sistem kehidupan yang datang dari akidahnya sendiri. Padahal Allah sudah menyampaikan jauh-jauh hari melalui Alquran. Rasulullah pun pernah mencontohkan hingga terbentuk negara yang menggunakan aturan Islam sebagai sumber hukum, mampu menguasai 2/3 dunia selama lebih dari 13 abad.

Sampaikan pada umat dengan penuh kesabaran dan niatkan karena Allah. In syaa allaah kelak akan menambah berat timbangan amal baik kita di yaumul hisab. Doakan mereka agar lembut hatinya dan mudah menerima Islam. Dengan kembali kepada hukum Allah, maka kemerdekaan hakiki bagi umat akan segera terwujud. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Cirebon, 18/8/2018

#sarapankata
#kmobatch14
#kmoIndonesia
#Indonesiamenulis
#day26

Powered by Blogger.