Ketukan Di Pintu

0 Comments


Selalu ada penjaga panji Rasul di setiap masa. Tak pernah kosong, pos itu selalu terisi. Begitupun bagi emak jaman now. Fenomena baru, kekinian, emak-emak ikut ambil bagian menjadi pejuang Islam. Penjaga panji Rasulullah.

Penampilan mereka biasa saja. Sederhana, jauh dari kesan sangar dan menakutkan seperti layaknya seorang penjaga. Tapi mereka bukan emak biasa. Ini adalah emak pengemban dakwah. Bahasa mereka pun sederhana. Menyampaikan Islam pada tetangga. Menggunakan berbagai uslub, ada yang berjualan di pasar, sambil momong cucu, mereka sebarkan Islam. Mengetuk pintu sebelah berdalih kehabisan jahe akan jadi obrolan panjang untuk sampainya syariat.

Seperti itulah ketika dahulu Islam disebarkan melalui lisan Mush'ab bin Umair. Di antara petani dan penduduk Madinah. Atau yang terjadi diantara rombongan haji. Saat mereka saling bertukar info tentang nabi baru, tentang agama baru. Islam masuk ke seluruh lobang semut. Tidak ada satu rumahpun yang terlewat dari Islam. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Silih berganti pejuang yang 'kembali' dan yang sakit, tak menyurutkan perjuangan. Pos penjaga panji tak pernah sepi. Selalu ada yang bergantian jaga, mengambil peran pada kebangkitan. Alaminya sperti itulah Islam. Lestari di muka bumi mengikis habis pemikiran yang rusak.

Siapa tahu hari ini giliran rumahmu yang diketuk, bunda. Jangan takut, bukakan saja pintu. Sebagaimana kau buka hatimu terhadap hidayah Allah yang sampai melalui mereka. Bukankah bunda senang disayang Allah? Sungguh hidayah itu akan mengantar bunda pada kasih sayang Allah. Emak-emak setrong berdiri di pintu rumahmu menyampaikan syariat padamu. Mengingatkanmu betapa sempitnya kehidupan  akhir jaman akibat hukum Allah dicampakkan.
Wahai bunda, siap-siap buka pintu ya.

Allah SWT berfirman:
وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْن
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104).


Cirebon, 4/7/2018

#sarapankata
#kmobatch14
#kmoIndonesia
#IndonesiaMenulis
#day12

Ilustrasi https://pin.it/3rfg2yvakefhbg



You may also like

No comments:

Powered by Blogger.