Jalan Memutar

0 Comments


الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ * فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, karena itu takutlah kamu kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu justru menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah bagi kami dan Dia lah sebaik-baik pelindung.” (173)

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah memiliki karunia yang sangat besar. (174). – (Q.S Ali Imran: 173-174).

Bunda,

Ada suatu masa dimana kita merasa buntu. Muncul sebuah persoalan atau mungkin banyak persoalan di dalam kehidupan kita yang belum menemukan solusinya. Berbagai upaya telah bunda lakukan, tapi tak kunjung selesai. Masalah-masalah itu terasa membebani . Bahkan banyak orang yang putus asa ketika menjalani ini. Meletakkan hasil di pundak mereka. Merasa bahwa solusi bisa diraih melalui usaha mereka semata.

Padahal tidak seperti itu, bunda. Selalu ada peran Allah dalam setiap peristiwa. Kita harus melibatkan Allah dalam seluruh aktifitas kita.

Bagaimana cara kita melibatkan Allah?
Yaitu dengan upaya syar'i. Upaya-upaya keluar dari persoalan yang sesuai dengan syariat. Dan ini bernilai pahala. Karena Allah terlibat dalam seluruh aktifitas kita.

Akan tetapi yang berbahaya adalah jika kita lakukan sebaliknya. Akibat terlalu berambisi keluar dari masalah, maka kita menghalalkan segala cara. Tak sabar ingin segera terbebas dari persoalan, cara apapun dipakai. Nauzubillahi min dzalika. Kita berlindung dari hal yang demikian ya bunda. Hal ini yang tidak boleh dilakukan.

Sejatinya itulah ujian. Ujian keimanan bagi kita. Allah ingin melihat bagaimana kita menyelesaikan persoalan tersebut. Allah ingin kita keluar melalui jalan yang sahih. Jalan yang benar.

Sekarang apa yang harus kita lakukan bunda, jika masalah kita seperti berhadapan dengan tembok tebal. Seperti berhenti di jalan buntu. Tak terlihat satupun jalan keluar. Lalu apa yang harus kita kerjakan?

Berjalanlah memutar, bunda shalihah.
Apakah jalan memutar itu? Yaitu jalan takwa. Jalan taqarrub ilallah. Dekati Allah sedekat-dekat sekuat kemampuan bunda. Kerjakan ibadah wajib, perbaiki kualitas dan kuantitasnya.

Kerjakan ibadah nafilah, perbaiki kuantitas dan kualitasnya. Lakukan aktifitas dakwah, ikuti kajian Islam, bela agama Allah, perbaiki hubungan dengan orangtua dan keluarga kita, ringankan kesulitan saudara kita dan upaya lainnya. Inilah jalan memutar yang tidak secara langsung menuju kepada solusi persoalan kita.

Lakukan semua hal yang membuat Allah semakin cinta dan sayang pada kita. In syaa allaah, tanpa disadari kita telah melalui jalan memutar. Jalan takwa. Jalan taqarrub ilallah. Yang pada akhirnya, dengan segala kerendahan hati kita memohon pada Sang Pemilik Kekuasaan untuk memudahkan urusan kita. Jika Allah ridho terhadap kita, tak ada yang tak diberi oleh Allah.

Bisa kan bunda? Kita coba ya..
laa haula wa laa quwwata illaa billah

Cirebon, 7/8/2018

#sarapankata
#kmobatch14
#kmoIndonesia
#Indonesiamenulis
#day15


You may also like

No comments:

Powered by Blogger.