Maafkan Aku, Nak

0 Comments

Pernahkah terjadi dalam hidupmu, bunda, ketika anak-anak melihatmu melakukan kesalahan? Anak-anak yang sejak kecil kita didik dengan hal baik, suatu hari melihat kita melakukan kesalahan. "Mengapa bunda berbohong? Bukankah bohong itu tak boleh?" tanya mereka. Atau mereka merasa sedih karena engkau tak melindungi mereka di saat mereka perlu itu. Mereka kecewa padamu, dan marah. Bunda yang selama ini dipercaya, ternyata melakukan kesalahan.

Jangan malu untuk minta maaf, bunda. Mereka pun manusia yang bermain dengan logika mereka yang sederhana. Jika tidak dilakukan komunikasi, tidak ditegakkan yang hak dari yang batil. Maka akan berujung bencana. Padahal mereka adalah tanggung jawab kita sebagai penerus amal salih. Jika hilang kepercayaan mereka terhadap kita, maka akan sulit kita berjalan beriringan menjalankan amanah Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Bukan hanya itu, mereka adalah tanggung jawab kita untuk mendidik mereka
Abdullah bin Umar r.a. berkata sebagai berikut.
أدب ابنك فإنك مسؤول عنه ما ذا أدبته وما ذا علمته وهو مسؤول عن برك وطواعيته لك
Didiklah anakmu karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Selain itu, dia juga akan diberi pertanyaan mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.

Segera minta maaf ibu. Bisa jadi sebenarnya hanya salah persepsi. Atau mungkin mereka yang benar, bunda yang salah. Bukan karena mereka anak-anak, kalah senior dibanding kita, lalu kita selalu benar. Mereka manusia juga seperti kita, hanya tubuh mereka lebih kecil. Artinya, mereka memiliki indera bisa menangkap pesan yang kita sampaikan. Mereka memiliki akal dan mulai mampu mencerna peristiwa.

Tugas kita masih banyak. Amanah yang dibebankan di punggung terasa berat. Jika mereka menjauh karena melihat kesalahan kita, apa yang akan bunda sampaikan pada Rab? Atau apa jadinya jika kesalahanmu mereka simpan dalam memori, seperti luka yang siap terbuka suatu saat nanti. Sungguh beban kebangkitan sangat berat. Perjalanan umat masih sangat jauh. Jika anak-anak tetap dalam genggaman tangan kita, maka wajah kita akan lebih tegak menatap dunia. Astaghfirullahal azhim, wa atuubu ilaika

Cirebon, 5/7/2018

#sarapankata
#kmobatch14
#kmoIndonesia
#IndonesiaMenulis
#day13


You may also like

No comments:

Powered by Blogger.