Bukan Sulap Bukan Sihir

0 Comments


Ah, baru saja ditinggal cuci piring, tempat tidur sudah berantakan lagi. Ditinggal ke kamar mandi, eh ruang tamu yang diserbu. Mereka benar-benar nggak capek ya. Sabar bunda. Tarik napas, lalu jangan lupa lepaskan. Percayalah bunda, engkau tidak sendiri. Di luaran sana banyak bunda yang harus kejar-kejaran demi memasukkan satu sendok nasi ke mulut ananda. Sungguh perjuangan yang dahsyat. Membutuhkan pemanasan dan stamina tinggi. Itulah indahnya peran ibu. Anak sehat karena maem disuapi, bunda sehat karena bergerak lari ke sana kemari.


Mendidik anak tidak instan. Begitupun untuk semangkuk mi instan. Sekalipun sudah ada tulisan 'instan' di bungkus kemasannya, toh ada proses memasak dulu sebelum disantap. Mengurusi anak tidak bisa sim salabim, seketika mereka jadi anak shalih shalihah. Membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Niat yang lurus. Dengan terus memperbaiki password. Ada hari tertentu kata kuncinya adalah sabar. Hari lain, istiqomah. Berikutnya, lillah. Terus...seperti itu ya bunda. Upgrade terus dirimu. Perbaiki terus karena Allah melihat usahamu.


Benarkah dilihat Allah? Iya bunda, lelah kita dilihat. Usaha kita dilihat. Allah Maha Melihat dan Maha Menyayangi. Yakinlah bunda, yang kita lakukan akan berbuah manis di kehidupan yang berat nanti. Pada saat matahari sejengkal. Pada saat kita berkumpul di padang mahsyar. Pada saat ketakutan yang luar biasa ketika memberi hujah di hadapan Allah, atas semua tanggung jawab yang Dia amanahkan pada kita.


Menjadi ibu ternyata melelahkan ya. Bukan hanya perlu ilmu tapi juga perlu iman yang kokoh sebagai landasan. Agar pemikiran dan aktifitas yang dibangun di atasnya tidak roboh akibat pondasi yang rapuh. Islam sebagai mua'lajah atau pemecah persoalan, dijadikan sebagai solusi untuk semua masalah umat. Begitu pun ketika kita mendidik dan mengurusi anak-anak. Tidak hanya perlu ilmu, tapi juga iman yang teguh.

Seperti pernah disampaikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَاْلأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.” 


Tetap semangat ya bunda. Boleh istirahat sebentar saat lelah. Setelah itu pastikan aktivitas kita lillah lagi. Tak perlu tongkat ajaib, hanya ganti password. Passwordnya apa? Misalnya ' Hari ini kuat besok sabar'. Atau 'Hari ini istirahat sebentar, besok tambah 5 menit'. Nah...gitu. 
Selamat berjuang ya bunda shalihah.

Cirebon, 26/7/2018

#sarapankata
#KMObatch14
#KMOIndonesia
#IndonesiaMenulis
#day3


You may also like

No comments:

Powered by Blogger.