Memeluk Matahari

0 Comments


Ada yang hilang di setiap pagi sejak seminggu yang lalu. Burung serasa berhenti berkicau. Udara terasa sendu. Perempuan bersahaja itu biasa jalan pagi keliling komplek. Dua cucu perempuan kembarnya yang lucu dan cantik, menggandeng tangannya. Biasanya kami lalu bertegur sapa. Obrolan ala ibu-ibu sambil menyelipkan satu atau dua ayat. Saling bertukar kekuatan, berbagi kisah hidup agar tetap lurus di jalan Islam. Namun kemarin ibu sepuh itu telah kembali pada Rab-nya.


Mendadak rumah sebelah terasa sunyi. Aktivitas seperti berhenti. Satu persatu masalah muncul di rumah itu. Ketika peran yang semula diisi oleh seorang ibu, menjadi kosong. Tanpa ibu, alur aktifitas seisi rumah menjadi tak tentu arah. Tak pernah terbayangkan betapa hebat ibu mengatur rumah selama ini. Peran ibu memang sulit digantikan.


Aku jadi ingat kata-kata salah seorang temanku bahwa ibunya laksana matahari. Semua planet berputar mengelilingi matahari. Karena dia merupakan sumber magnet yang besar. Tanpa disadari, seperti itulah peran seorang ibu. Semua anggota keluarga bertumpu pada ibu. Menyiapkan segala kebutuhan, memastikan agar setiap anggota keluarga bisa beraktivitas dengan baik, adalah tugas ibu. Tak terlihat istimewa. Tapi justru di situlah letak keistimewaannya.


Bayangkan jika peran tersebut dijalankan dengan menggunakan Islam sebagai Qiyadah Fikriyah. Islam dijadikan sebagai kepemimpinan berpikir. Maka ibu akan mengelola rumah tangga, mengatur keluarganya dengan selalu memperhatikan perintah dan larangan. Aktivitasnya dikaitkan dengan idrak silah billah, kesadaran bahwa dia berhubungandengan Allah. Itulah ibu yang disebutkan dalam Islam sebagai Rabbatul Baiyt, pengatur rumah tangga. Pengelolaannya berkualitas, sebab menjaga seisi rumah agar tetap berpegang teguh terhadap perintah dan larangan Allah.


Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ  حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ۗ  اِلَيَّ الْمَصِيْرُ


"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS Luqman 31: Ayat 14)


Sungguh tak mudah menjadi ibu. Tidak ada sekolah khusus. Tak ada sertifikat. Yang ada hanya reward dari Allah berupa surga. Walaupun sebagian orang memandang rendah tugas ibu, Allah memberi kemuliaan terhadap peran itu. Hanya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala kita kembali.

Cirebon, 25/7/2018

#sarapankata
#KMOIndonesia
#KMObatch14
#IndonesiaMenulis
#day2


You may also like

No comments:

Powered by Blogger.